RUANG KONTROL

Kode Admin:

Password:


Lupa Password?


azzamalwan
November 28th 1978  (Age 30)
Male
sumedang



<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




RSS Atom
rss feed


Layout edited from the Huntington template from: BlogDrive
Image from: MorgueFile
Designed by: Uncommon Thoughts

BLOGDRIVE
TEMPLATES
Serenity

JADWAL SHOLAT
klik disini




Serenity
Monday, December 18, 2006
ilmu baru nih

Alhamdulillahirobbil 'alamiin

farieh terima kasih ya udeh ngedit blog aku  :) biar aku semangat nulis nih...tapi masih belum lancar  harus banyak berlatih dan mencoba..robbi zidnii ilmaa warzuqnii fahmaa..amiin

sedikit bingung tapi banyak tapi ada kesenangan tersendiri dan kepuasan walaupun jelek hehehe.. tapiaku ingin mencoba sendiri....coba aku yg ngedit wah seneg banget deh :D


Posted at 12/18/2006 2:11:35 am by azzamalwan
Comments (2) Â


Monday, December 11, 2006
mencari ilmu

A. tholaba dan ibtagha

Mencari ilmu..ilmu harus dicari..klo di cari pasti cape...emang cape tapi klo ketemu seneng nye banget banget deh..makanya di hadist itu dengan kata tholaba..uthlubul ilman... carilah ilmu.. nah kata tholaba adalah mencari dengan rasa benci..artinya ada nya rasa ke tidak sukaan beda dengan kata ibtagha...klo kata ibtagho ini mencari tapi dengan rasa cinta seperti dalam kata wabh taghi min fadhlillah... dan carilah dari sebagian dari karunia alloh...seperti cari duit..nah pada seneng kan cari duitBig Smile....dan dalam mencari ilmu yang memang penuh kesusahan dan ketidaksukaan kita ubah menjadi suka walaupun cape..maka kita harus kembali kepada hadits-hadits rasul saw tentang keutamaan ilmu...biar kita mencari ilmu nya semangat dan penuh rasa suka walupun cape.

B. keutamaan mencari ilmu

1. ”Mencari ilmu itu fardlu (wajib) atas setiap orang muslim” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah - dengan sanad hasan sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hafidh Al-Mizzy).

2. Anas bin Malik r.a. berkata;  Rasulullah SAW.  bersabda ; "Siapa yang ingin melihat orang yang dimerdekakan Allah dari Neraka,  maka lihatlah para murid(pelajar-pelajar agama),  maka demi Allah yang jiwa Muhammad di tanganNya,  tiada seorang pelajar yang hilir-mudik ke pintu orang Alim melainkan Allah menulis untuknya bagi tiap-tiap huruf yang dipelajarinya dan tiap-tiap langkah sama dengan ibadat satu tahun, dan untuk tiap langkah satu kota di syurga, dan setiap ia berjalan dimintakan ampun oleh bumi, dan setiap pagi dan petang tetap diampunkan dosanya, dan disaksikan oleh malaikat bahkan mereka berkata: Mereka inilah yang dimerdekakan oleh Allah dari api neraka".

3. Abu Laits berkata:"Saya telah mendengar Abu Jaafar meriwayatkan dengan sanadnya; Bahwa Nabi SAW.  masuk ke mesjid dan melihat dua majlis orang-orang berkerumun,  yang satu majlis orang-orang yang berzikir,  sedang majlis yang lain  orang-orang mempelajari fikih dan berdoa mengharapkan rahmat Allah,  maka sabda Nabi SAW. yang bermaksud; Kedua-dua majlis ini baik dan yang satu lebih afdhal(utama) dari yang lain.  Adapun mereka itu berzikir minta kepada Allah,  terserah apakah diterima atau ditolak oleh Allah.  Adapun yang ini maka mereka belajar dan mengajar pada orang yang bodoh, sedang aku diutus sebagai guru,  maka mereka ini yang lebih afdhal.  Kemudian Nabi SAW. duduk bersama mereka".

4. Abu Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Katsier bin Qays berkata:  Saya duduk bersama Abur Darda' r.a.  di Masjid Damsyik,  tiba-tiba datang seorang dan berkata:  Saya datang kepadamu dari Madinah,  kerana saya mendengar bahawa kamu meriwayatkan satu Hadis dari Rasulullah SAW.  Lalu ditanya oleh Abu Dardaa':  Apakah kamu tidak datang untuk berdagang atau hajat keperluan lain-lainnya,  betul-betul kamu tidak datang kecuali untuk belajar hadits ini?  Jawabnya:   Benar-benar saya tidak datang kemari kecuali untuk belajar Hadis ini.  Maka Abu Dardaa' berkata:  Saya telah mendengar Nabi SAW bersabda yang berbunyi: "Siapa yang berjalan di jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan dari jalan-jalan syurga. Dan malaikat selalu menghamparkan sayapnya untuk menaungi orang yang menuntut ilmu kerana redha dengan apa yang dilakukan. Dan seorang yang alim itu dimintakan ampun oleh semua penduduk langit dan bumi dan ikan-ikan di dalam air'  dan kelebihan seorang alim terhadap seorang ahli ibadat sebagaimana kelebihan bulan purnama terhadap lain-lain bintang. Dan,  ulama' itu sebagai pewaris dari nabi-nabi,  dan nabi-nabi itu tidak mewariskan harta perak atau emas,  tetapi mereka mewariskan ilmu,  maka siapa yang mendapatkannya bererti telah mendapat bahagian yang sebanyak-banyaknya."

5. Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas'ud r.a. yang berbunyi: "Dua macam kerakusan yang tidak kunjung kenyang,  iaitu yang menuntut ilmu dan yang mengejar dunia,  tetapi keduanya tidak sama,  adapun yang menuntut ilmu maka sealalu bertambah diridhoi Allah,  sedang yang mengejar kekayaan dunia bertambah maharajalela dalam kesesatannya, Kemudian ia membaca yang membawa maksud :  "Sesungguhnya yang takut kepada Allah ".  Dan membaca yang bermaksud "Tidak,  tidak demikian,  tetapi manusia akan melampaui batas bila ia merasa kaya,  tidak berhajat kepada orang lain".

6.Abu Laits berkata:  Abul Qasim AbdulRahman bin Muhammad  meriwayatkan dengan sanadnya dari Al-Hasan Albasri berkata; "Saya tidak mengetahui satu amal yang lebih afdhal dari jihad selain menuntut ilmu, maka itu lebih afdhal dari jihad fisabilillah dan siapa yang keluar dari rumahnya untuk menuntut satu bab dari ilmu agama,  maka dinaungi oleh malaikat dengan sayapnya dan didoakan oleh burung-burung di udara,  dan binatang-bintang buas di hutan,  dan ikan di laut,  dan
diberi pahala oleh Allah pahala 70 orang shiddiq. Karena itu,  tuntutlah ilmu dan carilah untuk ilmu itu ketenangan dan kesabaran,  dan kesopanan,  dan rendahkan dirimu terhadap gurumu dan terhadap muridmu. Jangan kamu gunakan untuk menyaingi ulama dan membantah mendebat orang-orang bodoh dan jangan menjilat-jilat kepada pemerintah, dan jangan sombong terhadap hamba Allah.
Jangan sampai kamu menjadi ulama yang kejam yang dimurkai Allah sehingga disungkurkan mereka itu ke dalam neraka jahanam. Carilah ilmu yang tidak merosakkan ibadatmu kepada Allah dan beribadatlah kepada Allah sekiranya tidak menghalangi kamu untuk mencari ilmu,  sebab tidak berguna ilmu tanpa ibadat,  atau ibadat tanpa ilmu,  dan jangan menjadi seperti orang-orang beribadat tanpa ilmu sehingga setelah kurus kering badannya tiba-tiba keluar dengan pedangnya memerangi kaum muslimin,  padahal andaikan mereka mencari ilmu niscaya ilmu itu dapat menghalangi mereka dari perbuatan itu dan seorang yang beramal tanpa ilmu itu bagaikan orang yang sesat jalan,  tambah rajin bertambah jauh,  dan salahnya lebih banyak dari benar. Ketika ditanya dari manakah keterangan mu itu hai Abu Saaid?  Jawabnya saya telah bertemu dengan 70 sahabat yang ikut dalam perang Badar dan saya mencari ilmu itu selama 40 tahun".

7. Mu'adz bin Jabal r.a berkata;  Belajarlah ilmu kerana; belajar itu hasanat (kebaikan) dan mencari ilmu itu ibadat,  dan mengingatinya sama dengan tasbih, dan menyelidikinya sama dengan jihad,  dan mengajar kepada yang tidak mengetahui itu sedekah,  dan memberikannya kepada yang berhak(ahli) itu taqqarub(mendekatkan diri dengan Allah), sebab ilmu itu jalan untuk mencapai tingkat-tingkat ke syurga.  Dan ia yang menjinakkan(menghibur) sewaktu bersendirian dan kawan dalam pengasingan,  dan kawan dalam kesepian,  dan penunjuk jalan kesenangan, penolong menghadapi kesukaran,  dan keindahan di tengah-tengah kawan,  dan senjata untuk menghadapi musuh. Allah meninggikan darjat beberapa golongan dengan ilmu itu sehingga dijadikanya pimpinan yang dapat diikuti jejak  mereka,  ditiru perbuatan mereka, Malaikat suka berkawan dengan mereka,  dan mengusap-usap mereka dengan sayapnya dan didoakan oleh semua benda basah maupun yang kering,  dan ikan-ikan di laut dan semua serangga,  dan binatang-bintang buas di darat dan laut dan semua ternak.
Sebab ilmu itu dapat menghidupkan hati dan kebodohan dan pelita dari kegelapan dan kekuatan dari segala kelemahan dan alat untuk mencapai darjat abrar dan yang baik-baik di dunia dan di akhirat. Dan memperhatikan ilmu itu menyamai puasa,  sedang mengingat-ingatinya menyamai bangun malam dan dengan ilmu tersambung hubungan kerabat, dan dikenal halal dari haram,  dan ilmu itu penuntun amal,  sedang amal tetap menjadi pengikutnya dan ilmu itu diberikan Allah kepada orang-orang  yang akan bahagia dan diharamkan dari orang-orang yang celaka dan rugi".
 
http://www.blogdrive.com/manage/blog_entries?bid=354129


Posted at 12/11/2006 3:04:17 pm by azzamalwan
Ngomentari Â


Don't buy Vista Security
Previous Page Next Page